<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6114755691011510510</id><updated>2012-02-16T18:52:10.253-08:00</updated><title type='text'>thita_cute</title><subtitle type='html'>Bismillahirohmanirohim...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://thita-lil.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thita-lil.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>thita_cute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11475638940295528660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_pPXqj30U3i0/SE4-jwonWWI/AAAAAAAAAAo/vtbZgTk53FE/S220/tempoe+doloe.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6114755691011510510.post-5000302197060064376</id><published>2008-06-01T21:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T22:05:45.726-07:00</updated><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPXqj30U3i0/SEN_QonzmlI/AAAAAAAAAAU/hwYLX5U1-Ik/s1600-h/08_CHI~1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207145517929437778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPXqj30U3i0/SEN_QonzmlI/AAAAAAAAAAU/hwYLX5U1-Ik/s320/08_CHI~1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Pengembangan kurIkulum merupakan suatu proses yang dinamik dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;1. Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestika &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Kurikulum merupakan input instrumental yang digunakan untuk menyeimbangkan pengalaman belajar yang mengembangkan etika, estetika, logika, dan kinestika. Pengembangan etika dilaksanakan dalam rangka penanaman nilai-nilai sosial dan moral termasuk menghargai dan mengangkat nilai-nilai pluralitas dan nilai-nilai universal. Pengembangan estetika menempatkan pengalaman belajar dalam konteks holistik dan total untuk memberikan ruang bagi pengalaman estetik dengan melalui berbagai kegiatan yang dapat mengekspresikan gagasan, rasa, dan karsa. Logika yang dikembangkan termasuk berpikir kreatif dan inovatif dengan keseimbangan yang nyata antara kognisi dan emosi dapat memberikan keterampilan kognitif sekaligus dengan keterampilan interpersonal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;2. Kesamaan Memperoleh Kesempatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Setiap orang berhak menerima pendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Untuk itu perlu adanya jaminan keberpihakan kepada peserta didik yang kurang beruntung dan segi ekonomi dan sosial, yang memerlukan bantuan khusus, berbakat, dan unggul. Hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan upaya untuk menjamin persamaan memperoleh kesempatan pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;3. Memperkuat Identitas Nasional &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Kurikulum harus menanamkan dan mempertahankan kebanggaan menjadi bangsa Indonesia melalui pemahaman terhadap pentumbuhan peradaban bangsa Indonesia dan sumbangan bangsa Indonesia terhadap peradaban dunia. Dengan demikian kunikulum harus mempertahankan keberlanjutan tradisi budaya yang bermanfaat dan mengembangkan kesadaran, semangat, dan kesatuan nasional. Materi tentang pemeliharaan identitas nasionat patriotisme, sikap nonsektarian, kemampuan untuk bertoleransi terhadap perbedaan yang ditimbulkan oleh agama, ideologi, wilayah, bahasa, dan jender perlu diperhatikan dalam kurikulum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;4. Menghadapi Abad Pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Globalisasi dalam bidang informasi, komunikasi, dan teknologi menyebabkan semakin meningkatnya fenomena perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Pasar bebas, kemampuan bersaing, serta penguasaan pengetahuan dan teknologi menjadi makin penting untuk kemajuan suatu bangsa. Sumber daya alam yang makin terbatas tidak lagi dapat menjadi tumpuan modal karena sumber kesejahteraan suatu bangsa telah bergeser dan modal fisik ke modal intelektual, pengetahuan, sosial, dan kredibilitas. Pada abad pengetahuan ini dipenlukan masyarakat yang berpengetahuan yang diperoleh dengan cara belajar sepanjang hayat. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai oleh masyarakat sangat beragam dan berkualitas, sehingga diperlukan kunikulum yang mendorong untuk meningkatkan 3/18&lt;br /&gt;kemampuan metakognitif dan kemampuan berpikir dan belajar dalam mengakses, memilih, menilai pengetahuan, dan mengatasi situasi yang membingungkan dan penuh ketidakpastian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;5. Menyongsong Tantangan Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Revolusi dalam teknologi informasi dan komunikasi merupakan tantangan fundamental yang dapat mengubah masyarakat biasa ke dalam masyarakat informasi dan masyarakat pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi berpotensi untuk menyediakan kemudahan belajar elektronik atau belajar dengan kabel on-line yang memperrnudah akses ke dalam informasi dan ilmu pengetahuan baru yang tidak tertulis dalam kunikulum. Oleh karena itu diperlukan kurikulum yang luwes dan adaptif terhadap berbagai pengetahuan baru sesuai dengan keadaan zaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;6. Mengembangkan Keterampilan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Pendidikan perlu menyiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan hidup untuk menghadapi tantangan hidup yang terjadi di masyarakatnya. Beberapa aspek utama keterampilan hidup antara lain kerurnahtanggaan, pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi, kesadaran diri, menghindari stres, membuat keputusan, berpikir kreatif, hubungan interpersonal dan pemahaman tentang berbagai bentuk pekerjaan serta kemampuan vokasional disertai sikap positif terhadap kerja. Oleh karena itu, di dalam kunikulum perlu dimasukan ketenampilan hidup agar peserta didik memiliki kemampuan bersikap dan berpenilaku adaptif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;7. Mengintegrasikan Unsur-unsur Penting Ke Dalam Kurikuler&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Kurikulum perlu memuat dan mengintegrasikan pengetahuan dan sikap tentang budi pekerti, hak asasi manusia, pariwisata, lingkungan hidup dan kependudukan, kehutanan, home economics, pencegahan konsumerisme, pencegahan HIV/AIDS, penangkalan penyalahgunaan narkoba, perdamaian, demokrasi, dan peningkatan konsensus pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian unsur-unsur tensebut perlu disesuaikan dengan sifat rnata pelajaran pokok yang relevan dan perkembangan kernampuan peserta didik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;8. Pendidikan Alternatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Pendidikan tidak hanya terjadi sccara formal di sekolah tetapi juga harus terjadi di mana saja. Hal itu sangat penting terutama dalam rangka mencapai universalisasi dan demokratisasi pendidikan. Pendidikan alternatif meliputi antara lain pendidikan non-formal, pendidikan terbuka, pendidikan jarak jauh, sistem lain yang lentur yang diselenggarakan oleh pemenintah atau organisasi non-pemenintah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;9. Berpusat Pada Anak Sebagai Pembangun Pengetaliuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Upaya untuk memandinikan peserta didik untuk belajar, benkolaborasi, membantu teman, mengadakan pengamatan, dan penilaian din untuk suatu refleksi akan mendonong rnereka untuk membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian pandangan baru akan diperoleh melalui pengalaman langsung secana lebih efektif. Dalam hal ini, peran utama guru adalah sebagai fasilitator belajar.&lt;br /&gt;10. Pendidikan Multikultur dan Multibahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Indonesia terdiri atas masyarakat dengan beragam budaya, bahasa, dan agama. Implikasi dari hal tersebut yaitu bahwa dalam pendidikan perlu menerapkan metodik yang produktif dan kontekstual untuk mengakomodasikan sifat dan sikap masyarakat pluraristik dalam kerangka pembentukan jati diri bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;11. Penilaian Berkelanjutan dan Komprehensif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Kurikulum harus menanggapi kebutuhan belajar peserta didik untuk mengetahui hasil belajarnya. Hassil belajar dipandang sebagai umpan balik untuk perbaikan lebih lanjut terhadap segala kekurangan dan kelebihan peserta didik selama belajar dalam kurun waktu tententu. Oleh karenanya penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Hasil dan suatu penilaian umumnya tergantung pada identifikasi jenis dan alat penilaian yang digunakan serta tujuan, kritenia penilaian. dan interpretasi hasil. Relevansi, reliabilitas, dan validitas penilaian merupakan prosedur yang menentukan kualitas umpan balik. Penilaian berkelanjutan mengacu kepada penilaian yang dilaksanakan oleh guru itu sendiri dengan proses penilaian yang dilakukan secara transparan. Penilaian harus dilakukan secara komprehensif yang mencakup aspek kompetensi akademik dan keterampilan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;12. Pendidikan Sepanjang Hayat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Pendidikan harus berlanjut sepanjang hidup manusia dalam rangka untuk mengembangkan, menambah kesadaran, dan selalu belajar tentang dunia yang berubah dalam segala bidang. Dengan demikian, kerusakan dan keusangan pengetahuan dapat dihindari. Dalam hal ini, kurikulum harus menyediakan kompetensi dan materi yang berguna bagi peserta didik bukan hanya untuk kepentingannya di masa sekarang, tetapi juga kepentingannya di masa yang akan datang dengan memberikan fondasi yang kuat untuk inkuiri dan memecahkan masalah yang merupakan titik awal untuk menguasai cara berpikir bagaimana berpikir dan belajar sepanjang hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6114755691011510510-5000302197060064376?l=thita-lil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thita-lil.blogspot.com/feeds/5000302197060064376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6114755691011510510&amp;postID=5000302197060064376&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default/5000302197060064376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default/5000302197060064376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thita-lil.blogspot.com/2008/06/prinsip-prinsip-dalam-pengembangan.html' title='PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN'/><author><name>thita_cute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11475638940295528660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_pPXqj30U3i0/SE4-jwonWWI/AAAAAAAAAAo/vtbZgTk53FE/S220/tempoe+doloe.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPXqj30U3i0/SEN_QonzmlI/AAAAAAAAAAU/hwYLX5U1-Ik/s72-c/08_CHI~1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6114755691011510510.post-1756601106076673742</id><published>2008-06-01T20:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T21:02:44.204-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6114755691011510510-1756601106076673742?l=thita-lil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thita-lil.blogspot.com/feeds/1756601106076673742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6114755691011510510&amp;postID=1756601106076673742&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default/1756601106076673742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default/1756601106076673742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thita-lil.blogspot.com/2008/06/hasil-penilaian-secara-umum-menunjukkan.html' title=''/><author><name>thita_cute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11475638940295528660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_pPXqj30U3i0/SE4-jwonWWI/AAAAAAAAAAo/vtbZgTk53FE/S220/tempoe+doloe.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6114755691011510510.post-4650133584879232420</id><published>2008-06-01T20:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T20:57:48.091-07:00</updated><title type='text'>PERAN UNICEF DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR MELALUI</title><content type='html'>Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 secara tegas sudah menyatakan bahwa setiap penyelenggaraan sistem pendidikan harus menggunakan prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Hal ini menunjukkan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah merupakan strategi yang harus digunakan oleh semua sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;UNICEF bekerja sama dengan UNESCO dan Depdiknas dalam hal ini Direktorat Pembinaan TK SD telah mengembangkan model Program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang oleh UNICEF-UNESCO diberi nama “Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan Anak - Creating Learning Community for Children (CLCC)”. Program rintisan ini telah dimulai sejak tahun 1999 sesaat setelah terjadinya krisis ekonomi dan masa transisi dari sentralisasi ke desentralisasi.&lt;br /&gt;Pengembangan program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan model untuk memberdayakan sekolah dasar melalui pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), dan Peran Serta Masyarakat (PSM) dalam lingkungan sekolah yang ramah anak (child-friendly school) dalam rangka desentralisasi pendidikan. Secara khusus program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personil pendidikan, anggota komite sekolah &amp;amp; tokoh masyarakat dalam hal Manejemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), dan meningkatkan peranserta masyarakat (PSM dalam urusan pendidikan untuk meningkatkan kinerja sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sekolah dasar. Kegiatan ini berlandaskan asumsi bahwa sekolah akan meningkat mutunya jika kepala sekolah, guru, dan masyarakat termasuk orang tua siswa diberikan kewenangan yang cukup besar untuk mengelola urusannya sendiri, termasuk perencanaan dan pengelolaan keuangan sekolah, proses belajar mengajar menjadi aktif dan menarik, para pendidiknya lebih ditingkatkan kemampuannya dan masyarakat sekitar sekolah ikut aktif dalam urusan persekolahan secara umum.&lt;br /&gt;Program kerja sama ini sampai sekarang telah berkembang di 12 propinsi di lebih dari 52 kabupaten/ kota dengan jumlah sekolah rintisan sekitar 4.000 dengan dukungan dari berbagai lembaga donor dan APBD. Daerah rintisan MBS tersebut ada di Propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Aceh. Program ini telah mendapat dukungan dana dari beberapa lembaga donor seperti New Zealand Aid, AusAID, UK Natcom, US Natcom, Belgian National Committe, BFI Finance, CFK (Chef for Kids), Bank Niaga, Citibank, Exon Mobile, Inco. Pemerintah daerah melaui dana APBD juga telah meyediakan alokasi khusus untuk pengembangan program ini di masyoritas propinsi dan kabupaten/kota daerah rintisan program MBS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang digunakan dalam pengembangan prigram MBS ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Program dilaksanakan melalui sistem yang telah ada untuk menjamin keberlangsungannya (misalnya sistem gugus, KKG, KKKS, KKPS);&lt;br /&gt;2. Dilakukan pemberdayaan terhadap personil sekolah dan administrator pendidikan di kab./kec. Melalui pelatihan MBS, PAKEM, dan PSM;&lt;br /&gt;3. Dilakukan pemberdayaan terhadap anggota komite sekolah dan tokoh masyarakat dalam aspek MBS, PAKEM dan PSM agar lebih memahami dan menghargai pendidikan disekolah untuk meningkatkan dukungan dan peran serta;&lt;br /&gt;4. Pelatihan dan bantuan teknis secara berkala untuk personil sekolah melalui : KKG, pertemuan gugus/ sekolah, pendampingan pembelajaran, dll.&lt;br /&gt;5. Supervisi dan monitoring secara berkala oleh pengawas dan anggota satgas;&lt;br /&gt;6. Block grants untuk sekolah rintisan guna mendukung KBM dan latihan penyusunan anggaran dan rencana pengembangan sekolah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6114755691011510510-4650133584879232420?l=thita-lil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thita-lil.blogspot.com/feeds/4650133584879232420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6114755691011510510&amp;postID=4650133584879232420&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default/4650133584879232420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6114755691011510510/posts/default/4650133584879232420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thita-lil.blogspot.com/2008/06/peran-unicef-dalam-peningkatan-mutu.html' title='PERAN UNICEF DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR MELALUI'/><author><name>thita_cute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11475638940295528660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_pPXqj30U3i0/SE4-jwonWWI/AAAAAAAAAAo/vtbZgTk53FE/S220/tempoe+doloe.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
